Pengenalan Fuel Cell di pemerintahan Jawa Barat
Out
22, Aug 2024
| #Fuel Cell
Inovasi Energi Bersih: Pemprov Jabar Jajaki Teknologi Fuel Cell HT-PEM Berbasis Metanol
BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus memperkuat komitmennya dalam transisi energi hijau melalui penjajakan teknologi mutakhir. Baru-baru ini, sebuah pertemuan strategis digelar di lingkungan Gedung Pemerintahan Jawa Barat untuk memperkenalkan teknologi High-Temperature Proton Exchange Membrane (HT-PEM) Fuel Cell, sebuah solusi energi bersih yang memanfaatkan campuran air dan metanol sebagai bahan bakar utama.
Pertemuan ini dihadiri oleh jajaran staf ahli terkait dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, perwakilan dari Kedutaan Besar Denmark, serta mitra industri strategis. Teknologi ini diproyeksikan menjadi salah satu solusi cadangan energi (power backup) yang ramah lingkungan dan efisien untuk infrastruktur publik di Jawa Barat.
Sinergi Internasional dan Lokal
Kehadiran perwakilan dari Kedutaan Besar Denmark menegaskan dukungan internasional terhadap percepatan target Net Zero Emission di Indonesia. Denmark, yang dikenal sebagai pionir energi terbarukan, melihat potensi besar dalam penerapan teknologi Fuel Cell di iklim tropis seperti Jawa Barat.
Hadir sebagai penyedia teknologi, Mark Shiels dari Advent Technologies memaparkan keunggulan teknis HT-PEM. Berbeda dengan sistem konvensional, HT-PEM mampu beroperasi pada suhu tinggi (120°C hingga 200°C), yang membuatnya lebih tahan terhadap kontaminan bahan bakar dan memiliki sistem manajemen panas yang jauh lebih sederhana.
Dhany Afriyan S, Direktur Utama PT Duta Esa Adiperkasa (DEA), turut hadir secara langsung untuk mengawal integrasi teknologi ini ke dalam infrastruktur lokal. Sebagai mitra implementasi, PT DEA berkomitmen untuk memastikan bahwa alih teknologi ini berjalan selaras dengan kebutuhan teknis di lapangan, khususnya untuk mendukung ketahanan energi di gedung-gedung pemerintahan dan fasilitas telekomunikasi.
Mengapa Air dan Metanol?
Teknologi HT-PEM yang diperkenalkan menggunakan sistem Liquid-to-Power. Penggunaan campuran metanol dan air (Hydrogeneous fuel) menawarkan beberapa keunggulan signifikan dibandingkan hidrogen gas murni:
Kemudahan Logistik: Metanol berbentuk cair pada suhu ruang, sehingga lebih mudah disimpan dan didistribusikan menggunakan infrastruktur tangki yang sudah ada.
Efisiensi Tinggi: Proses reformasi internal pada unit Fuel Cell mengubah metanol menjadi hidrogen secara langsung, menghasilkan energi listrik dengan emisi yang sangat rendah.
Keamanan: Mengurangi risiko tinggi yang biasanya terkait dengan penyimpanan hidrogen gas bertekanan tinggi di area perkantoran padat penduduk.
Menuju Jawa Barat Juara Energi Terbarukan
Pihak Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyambut baik inisiatif ini sebagai langkah konkret dalam mengimplementasikan kebijakan energi daerah yang berkelanjutan. Implementasi Fuel Cell HT-PEM diharapkan dapat menjadi percontohan bagi daerah lain di Indonesia dalam memanfaatkan bahan bakar alternatif yang bersih dan stabil.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, dukungan diplomatik, dan keahlian teknis dari sektor swasta, Jawa Barat optimis dapat memimpin transformasi energi nasional menuju masa depan yang lebih hijau dan mandiri.